header-int

Rekayasa Perangkat Lunak Modal Penting dalam Era Milenial

Selasa, 06 Nov 2018, 12:28:25 WIB - 76 View
Share
Rekayasa Perangkat Lunak  Modal Penting dalam Era Milenial

POLITEKNIK ACEH SELATAN – Dewasa ini, keberadaan internet semakin mempermudah perusahaan/institusi/lembaga di seluruh dunia dalam merekrut calon karyawannya, kemampuan dan pengetahuan yang dipelajari sejak kanak-kanak sangat menentukan masa depan seseorang dalam mengembangkan karier dan mendapatkan pekerjaan yang layak.

Sebagai orang Indonesia, khususnya Aceh dimana kita memiliki tiga pilihan diantaranya menunggu pemerintah mengejar ketertinggalan, menanti Lulus Tes CPNS dan mengubah Kurikulum Pendidikan, atau mencari sendiri berbagai ilmu pengetahuan yang bisa membantu kita bertahan hidup meraih sukses di era milenial ini.

Sedangkan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mempunyai karakteristik pribadi, soal-soalnya juga kurang memperhatikan standar norma/nilai kepribadian yang berlaku di masing-masing daerah. “Pertanyaan sederhananya, apakah dengan nilai TKP rendah, kita memiliki karakteristik kepribadian yang buruk atau rusak?. Tentu tidak !". Negara hadir dengan memaksakan nilai/norma yang sama berlaku untuk seluruh warga Indonesia. Padahal Pancasila sendiri lahir dari kebinekaan kehidupan berbangsa. Sehingga banyak peserta tes terjebak dengan nilai/norma yang selama ini berlaku dilingkungannya dan tidak sesuai dengan standar nilai/norma yang diinginkan oleh negara dalam soal tes berbasis Computer Assisted Test - CAT CPNS tersebut.

Rekayasa Perangkat Lunak adalah pengubahan perangkat lunak itu sendiri guna mengembangkan, memelihara, dan membangun kembali dengan mengunakan prinsip rekayasa untuk menghasilkan perangkat lunak yang dapat bekerja lebih efisien dan efektif untuk pengguna Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) biasanya berkecimpung di dunia Coding.

Kemampuan coding, misalnya, dapat kita pelajari melalui layanan pendidikan online, seperti Coursera, Udemy, dan DQLab. Mengapa coding?. Selain karena perusahaan ternama akan segera mewajibkan karyawannya memiliki kemampuan ini, perkembangan Artificial Intelligence (AI) atau sering disebut kecedasan entitas ilmiah, memampukan banyak pekerjaan yang kini dikerjakan manusia digantikan dengan sistem. Bahkan, Oxford University juga memperkirakan 47 persen pekerjaan yang ada saat ini akan lenyap dalam waktu kurang dari 25 tahun mendatang, artinya, kita perlu memikirkan apakah 25 tahun mendatang pekerjaan yang kita jalani akan bertahan atau malah termasuk dalam kelompok pekerjaan yang akan lenyap tersebut. Mengingat coding jelas termasuk kemampuan yang akan semakin dibutuhkan seiring berjalannya waktu, tak ada salahnya untuk memulai belajar.

Politeknik Aceh Selatan mempunyai dua Program Studi terkait yaitu Teknik Komputer dan Teknik Informatika yang mengasah keilmuannya dibidang data dan coding. Selain coding, kemampuan lain sebagai skill yang dipersiapkan untuk mahasiswa Poltas untuk dapat bersaing menjadi  karyawan di perusahaan-perusahaan besar.

Kemampuan mengolah data atau disebut juga dengan data science. Secara sederhana, data science adalah kemampuan mengolah dan menganalisis data dalam jumlah besar menjadi rekomendasi yang dapat diandalkan untuk mengambil keputusan bisnis. Lalu, apa keuntungan belajar data science?. Selain data science merupakan dasar untuk dapat menguasai teknologi AI/Kecedasan buatan pada suatu sistem pada dunia komputerisasi, kemungkinan pekerjaan ini akan lenyap di masa mendatang sangatlah kecil. Bidang pekerjaan ini dengan insentif yang menjanjikan, yaitu gaji rata-rata diatas dua digit bahkan sejak fresh graduate.

Bidang ini juga dicari-cari perusahaan karena semakin banyak perusahaan yang membutuhkan tenaga data scientist, tetapi tidak cukup banyak orang yang berprofesi atau memiliki kemampuan itu. Kalau belum punya data scientist/data engineer bisa mengoptimalkan oleh para programmer. Pelajari coding, data science, dan kemampuan apapun yang menurut anda akan membantu mengikuti perkembangan Revolusi Industri 4.0.  

Mulailah dari sekarang karena tak peduli apakah kita siap atau tidak. Menurut penelitian The Economist Intelligence Unit (2018), semakin banyak perusahaan yang menggunakan AI/kecedasan entitas Ilmiah dan robot dalam operasional mereka. Semakin canggih adaptasi AI dan robot juga akan berdampak pada dunia kerja. Akibatnya, kebutuhan akan profesi di bidang itu juga akan semakin mendesak.

Media sosial (Internet) semestinya dimanfaatkan untuk mensosialisasikan dan berinteraksi dengan menyebarkan konten-konten positif. Sayangnya, beberapa pihak memanfaatkannya untuk menyebarkan informasi yang mengandung konten negatif. Jika hal tersebut dibiarkan, dikhawatirkan akan membahayakan generasi muda. Menyadari hal tersebut, sudah banyak kelompok yang secara proaktif mengajak masyarakat agar lebih cerdas mengunakan media sosial. Pemerintah juga terus berupaya untuk mengurangi penyebaran hoax atau berita palsu/bohong dengan cara menyusun undang-undang yang di dalamnya mengatur sanksi bagi pengguna internet yang turut menyebarkan konten negatif.

Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) turut mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan literasi digital kepada generasi muda untuk berbagi ilmu dengan para pakar literasi digital Indonesia dan mengajak masyarakat bijak mengunakan Internet.

 

Penulis: Khairuman, S.Kom, M.Kom

Dosen Program Studi Teknik Komputer Politeknik Aceh Selatan

 

 

poltas Politeknik Aceh Selatan
© 2016 - Fri-11-2018 Politeknik Aceh Selatan Follow Politeknik Aceh Selatan : Facebook Twitter Linked Youtube