Sambangi Korban Banjir Bandang Trumon, Relawan Gelar Trauma Healing

Tapaktuan, Poltas, ac.id| Banjir Bandang melanda Trumon Raya telah mengakibatkan dampak yang cukup besar, dan kerugian yang ditanggung masyarakat masih dalam proses perhitungan pemerintah.

Pemerintah melalui koordinasi BNPB Kabupaten Aceh Selatan masih terus melakukan penanganan masa darurat di lapangan berupa evakuasi masyarakat yang terdampak. Selanjutnya pendirian pos-pos, dapur umum, penyaluran bantuan, pembersihan badan jalan, rumah warga dan fasilitas umum.

Dari pantauan Poltas. ac.id pada Minggu (26/11/23) masih dilakukan pengendalian lumpur dan kayu-kayu gelondongan yang sempat memenuhi badan jalan. Dan saat ini masih terjadi antrian panjang kendaraan arah Medan dan Tapaktuan.

Banjir kiriman dari Sungai Alas Aceh Tenggara dan Banjir Bandang kali ini disebut paling parah disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi, serta disinyalir maraknya alih fungsi lahan.

Koordinator Relawan Dedek Aldo dari PMI Aceh Selatan mengatakan, relawan hadir dititik bencana merupakan bentuk kepedulian dan aksi kemanusiaan untuk meringankan beban masyarakat yang sedang ditimpa musibah.

“Lintas relawan yang turun berasal dari, PMI Aceh Selatan, Mahasiswa Poltas, HMI Tapaktuan dan Adek-adek Pramuka,” kata Dedek.

Lanjutnya, kegiatan ini sangat positif, selain itu dapat melatih jiwa sosial dan budaya tanggap bencana kepada siswa dan mahasiswa.

“Sebanyak 71 relawan kita bagi 6 kelompok dengan 6 titik kegiatan yang telah dikordinasikan dengan Posko Induk yaitu; Trauma Healing, Posko Pengungsian Brimob, Posko Pengungsian Cut bayu Jambo Papeun, Posko Pengungsian Padang Harapan, Kantor Camat Trumon Dalam, Pembuatan Sarana Air Bersih, Assesment, Pembersihan Sekolah/Puskesmas, Membantu Dapur Umum, dan Penyaluran Karpet Mesjid,” pungkas Dedek.

Kemudian Direktur Politeknik Aceh Selatan Ir. Nuzuli Fitriadi, ST., MT yang ikut mendampingi mahasiswa Poltas pada aksi kemanusiaan di Trumon, menyampaikan rasa prihatinnya terhadap kondisi masyarakat.

“Semoga kondisi masyarakat yang terdampak cepat dipulihkan,” kata Nuzuli. (*)