Peduli Bencana Banjir Bandang Trumon Raya, BEM Poltas Salurkan Bantuan

Tapaktuan, Poltas.ac.id | Musibah Banjir Bandang di Trumon Raya menyebabkan kerugian yang cukup besar, dan ekonomi lumpuh karena mayoritas masyarakat bergerak di sektor pertanian dan perkebunan.

Pantauan Poltas.ac.id pada Selasa (28/11/23) di lokasi musibah masih terjadi genangan air pada badan jalan. Sehingga masih terjadi antrian panjang mobil dan kendaraan roda dua di Ladang Rimba.

Pemerintah, relawan dan masyarakat masih melakukan pembersihan lumpur sisa-sisa banjir bandang dengan mengunakan mulai dari alat sederhana seperti cangkul, sekop sampai alat berat, eskavator, truk dan buldozer.

Selanjutnya lahan tanaman sawit masyarakat tidak luput dari amukan banjir bandang tersebut, sehingga dipastikan hasil pertanian tidak bisa dipanen karena masih tergenang air. Kemudian masyarakat yang terdampak masih berada di posko-posko pengungsian yang difasilitasi oleh pemerintah.

Wujud solidaritas dan kemanusiaan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Aceh Selatan menggelar donasi untuk korban banjir bandang di Trumon. Dimana donasi yang dihimpun melalui sumbangan berbagai pihak dan masyarakat. Adapun sejumlah bantuan terkumpul dikonversi menjadi sembako, keperluan bayi dan sumbangan baju layak pakai.

Koordinator Lapangan (Korlap) BEM Poltas Peduli Banjir Bandang Trumon Raya, Maulana Amin mengucapkan terimakasih kepada para donatur dan masyarakat yang telah memberikan bantuannya untuk disalurkan kepada masyarakat yang terkena musibah banjir bandang di Trumon melalui BEM Poltas.

“Kami juga mengapresiasi setinggi-tingginya kepada kawan-kawan BEM Poltas atas kesediaannya menjadi relawan Peduli Banjir Bandang Trumon Raya. Adapun kegiatan ini terbagi dua item kegiatan yaitu penggalangan dana dan gotong royong di lokasi bencana,” kata Amin.

Direktur Poltas Ir. Nuzuli Fitriadi, ST., MT merasa terharu atas apa yang telah diupayakan oleh mahasiswanya untuk meringankan beban masyarakat yang sedang berduka karena musibah banjir bandang.

“Apa yang telah dilakukan oleh mahasiswa Poltas merupakan wujud solidaritas dan kemanusiaan. Selain itu menjadi edukasi mahasiswa tanggap bencana, supaya lebih peduli pentingnya menjaga lingkungan,” kata Nuzuli. (*)