Tapaktuan, Poltas.ac.id | Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Aceh Selatan H Baital Mukadis SE mendapatkan hadiah sebuah buku motivasi dari seorang dosen Poltas Aceh Selatan Hasbaini SPd MPd.
Momen penuh makna itu, tersaji ketika H Baital Mukadis SE menghadiri wisuda lulusan Politeknik Aceh Selatan angkatan XII dan XIII di Gedung Rumoh Agam, Tapaktuan, Senin, (09/02/2026).
Di sela-sela prosesi wisuda itu, tampak sang dosen menghampiri Plt. Bupati Aceh Selatan H Baital Mukadis SE yang juga mengenakan pakaian toga, lalu Hasbaini menyerahkan sebuah buku karyanya sendiri.
Kedua mereka saling memegang ujung buku cetak dan tampak terbaca judulnya "Menolak Menyerah: Gali Potensi Diri dan Temukan Fakta Kehidupan”.
Menurut Bang Ben, begitu dia dipanggil, buku yang ditulisnya itu adalah karyanya sendiri yang bertemakan motivasi yang inspiratif.
Dikatakan, buku dengan 319 halaman itu, bukan sekadar kumpulan tulisan, tetapi perjalanan batin dirinya dalam menaklukkan tantangan hidup dan berdamai dengan proses panjang dalam perjuangan hidup.
Melalui 122 kutipan motivasi, Hasbaini merangkai refleksi kehidupan yang sarat makna mendalam.
Diperkaya pula dengan nilai-nilai agama, filsafat, psikologi, serta wawasan sosial, menjadikannya sebagai panduan hangat bagi siapa pun yang ingin bangkit dan menemukan kembali arah hidup.
“Menolak menyerah”, memiliki makna untuk mengajak pembaca menggali potensi diri serta melihat setiap kesulitan dan tantangan sebagai peluang.
"Bagi mereka yang tengah jatuh, letih, atau kehilangan semangat, buku ini hadir layaknya teman seperjalanan yang membisikkan bahwa harapan selalu ada, dan perjuangan tidak boleh berhenti," kata Hasbaini.
Plt. Bupati Aceh Selatan H. Baital Mukadis, SE menyampaikan apresiasi mendalam atas karya buku tersebut.
Baginya, buku ini bukan hanya karya individu, tetapi cerminan kualitas intelektual muda Aceh Selatan yang perlu terus diberi ruang untuk tumbuh.
“Saya sangat mengenal sosok Hasbaini, dia kreatif, pekerja keras, dan aktif dalam berbagai organisasi. Perjalanan hidupnya tidak mudah, dan itu yang membuatnya layak menjadi inspirasi bagi anak muda,” kata Baital.
Sejalan dengan potensi yang dimiliki Aceh Selatan, kaum intelektual muda perlu didorong untuk berkarya, berinovasi, tumbuh dan memberi manfaat bagi daerah.
Dia berharap, para intelektual muda Aceh Selatan hendaknya terus mengembangkan diri dan memberikan kontribusi melalui karya nyata untuk Aceh Selatan. (*).
