Aceh Selatan, Poltas.ac.id | Politeknik Aceh Selatan menggelar Pembekalan Akademik Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 sebagai langkah awal mempersiapkan generasi muda memasuki dunia pendidikan tinggi vokasi yang dinamis, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda pengenalan kampus, tetapi dirancang sebagai proses edukatif untuk membangun pemahaman mahasiswa mengenai sistem akademik sekaligus membentuk pola pikir dan sikap belajar yang diperlukan selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Dalam pembekalan, mahasiswa baru mendapatkan pemahaman mengenai sistem perkuliahan dan Sistem Kredit Semester (SKS), proses pembelajaran, kegiatan magang, aktivitas ekstrakurikuler dan kemahasiswaan, Tugas Akhir, serta pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Pemahaman terhadap sistem akademik sejak awal dinilai penting karena pendidikan tinggi menuntut mahasiswa memiliki kemandirian dalam mengelola proses belajarnya. Mahasiswa tidak lagi hanya menjadi penerima informasi, tetapi dituntut mampu mencari, mengolah, menganalisis, dan mengembangkan pengetahuan secara kritis dan bertanggung jawab.
Direktur Politeknik Aceh Selatan, Ir. Nuzuli Fitriadi, S.T., M.T., mengatakan pembekalan akademik merupakan fondasi awal agar mahasiswa memahami arah dan proses pendidikan yang akan mereka jalani selama berada di Poltas.
“Pembekalan ini penting agar mahasiswa baru memahami sistem perkuliahan sejak awal, mulai dari SKS, proses pembelajaran, magang, kegiatan ekstrakurikuler, sampai dengan Tugas Akhir. Dengan pemahaman yang baik, mahasiswa diharapkan mampu merencanakan dan menjalani proses studinya secara lebih terarah, disiplin, dan bertanggung jawab,” ujar Nuzuli Fitriadi kepada Poltas.ac.id, Selasa (06/10/2026.
Ia menegaskan, pendidikan vokasi memiliki orientasi yang kuat pada penguasaan kompetensi dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Oleh karena itu, mahasiswa harus mampu mengintegrasikan pengetahuan teoritis dengan pengalaman praktis.
“Mahasiswa Poltas harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidangnya, tetapi juga harus memiliki karakter, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, kerja sama, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dunia kerja membutuhkan lulusan yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga siap menghadapi persoalan nyata,” jelasnya.
Dalam pembekalan tersebut, mahasiswa juga diperkenalkan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Tri Dharma menjadi bagian fundamental dari kehidupan akademik di perguruan tinggi. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk mengikuti perkuliahan, tetapi juga didorong untuk memiliki kepedulian terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan persoalan yang terjadi di masyarakat.
Melalui penelitian, mahasiswa dilatih membangun kemampuan berpikir ilmiah dan menyelesaikan masalah berdasarkan data serta metode yang dapat dipertanggungjawabkan. Sementara melalui pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa memperoleh kesempatan mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang dimiliki untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebagai institusi pendidikan vokasi, Poltas juga memberikan perhatian terhadap kegiatan magang sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis pengalaman.
Magang memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengenal lingkungan kerja secara langsung, memahami budaya organisasi, menerapkan kompetensi yang diperoleh di kampus, serta mengembangkan keterampilan profesional. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan antara pembelajaran akademik dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, sehingga mahasiswa memiliki gambaran yang lebih konkret mengenai tuntutan profesional setelah menyelesaikan pendidikan.
Selain kompetensi akademik dan teknis, mahasiswa baru juga diarahkan untuk aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dan ekstrakurikuler. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan soft skills, seperti kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, kreativitas, manajemen waktu, dan kemampuan memecahkan masalah.
Kompetensi tersebut semakin penting di tengah perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat akibat perkembangan teknologi dan transformasi digital.
Direktur Poltas juga mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan seluruh kesempatan yang tersedia selama menempuh pendidikan.
“Gunakan masa kuliah untuk belajar dan mengembangkan diri. Jangan hanya mengejar nilai, tetapi bangun kompetensi, pengalaman, jaringan, karakter, dan integritas. Manfaatkan dosen, laboratorium, organisasi mahasiswa, kegiatan penelitian, magang, dan berbagai aktivitas kampus sebagai bagian dari proses pengembangan diri,” pesan Nuzuli Fitriadi.
Dengan adanya pembekalan akademik ini, Poltas berharap mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 mampu memahami hak dan kewajibannya sebagai mahasiswa, memiliki kesiapan mengikuti proses pembelajaran, serta mampu menyusun perjalanan akademik secara terencana.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Poltas dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi juga pada kualitas kompetensi, karakter, profesionalisme, inovasi, dan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja serta berkontribusi kepada masyarakat. (*)
